Entri Populer

Senin, 05 Desember 2011

LONGDISTANCE



                                                   LONGDISTANCE







Berbicara tentang " LONGDISTANCE " apa yang mungkin terbayangkan oleh temen2 semua. Pasti yang terbayang langsung adalah jarak, miscommunication atau yang paling parah putus.oooo tidakkk!!!

Siapa yang setuju longdistance adalah suatu hubungan yang menantang, Mugkin kali ini aku setuju dengan opini itu. Tapi ntuk berapa lama kita sanggup mempertahankannya, berapa lama kita sanggup berpura2 bahagia menjalani hubungan yang hanya bisa di ungkapkan lewat telfon, fb, BBm atau twitter. Mugkin aku adalah salah seorang yang tidak pecinta hubungan longdistance. Bukan karena aku tipe cewek pecemburu atau tdk prcaya dengan pasangan, Malah dengan tdk menjalani longdistance aku bisa menghindari berbagai persoalan yg tdk nyaman akhirnya.Tapi bkn berarti aku tidak pernah berhasil mnjalani longdistance.

Terbukti sampe 2 tahun aku tetap setia menunggu kekasihku, Gak tau lah dengan dia disana. Karena menurutku klw sudah berlayar harus siap2 menerjang ombak, sekalipun itu ombak besar. Tidak tanggung tanggung semua cobaan akan ku coba mengarunginya satu persatu.

Berbagai macan gosip yang tdk sedap tentang dia pernah ku alami, Berbagai macam teror tlfn yang mengaku jadi pacarnya dsna. Tapi terbukti dalam jangka waktu yg cukup lama kami ttp bertahan walupun endingnya kami tdk bersama. Itu bukan dikarena dia selngkuh atau aku tertarik dengan yg lain, Tapi lebih dikarenakan tuntutan keluarganya yang memaksanya ntuk segera berkeluarga, Tidak dapat dipungkiri mugkin factor anak sulung dan usianya jg udah sepatutnya untuk segera naik kepelaminan.

Aku  yang blom kepikiran ntuk merid di usia muda harus mundur teratur. Dengan besar hati dan mengharap yg terbaik dari hubungan kami makanya kami mengakhiri hubungan ini. Sudah terlalu banyak kisah yang kami ukir bersama. Terlalu banyak cerita yang kami susun dan tertata rapi disana, bahkan disaat ego menguasai jiwa. Tapi apa daya takdir berkata lain. mungkin kami tidak jodoh. Itulah kata2 yang selalu menjadi penyemangat dikala hati ku gundah. Aku juga tidak ingin melawan sesuatu yang telah di gariskan yang kuasa kepadaku, karena ku yakin kebahagiaan sedang menungguku,aminnnn ^_^

Klimaksnya aku tdk ingin lagi menjalani longdistance bkn dikarena kan aku takut atau trauma, Tapi karena aku merasa longdistance bukan membuatku lebih baik tapi malah sebaliknya. Tidak ingin disebut munafik, aku jg tdk membantah terkadang rasa ingin diperhatikan tanpa adanya jarak yang memisahkan itu muncul dari benak ku.  Ku hnya ingin seperti pasangan yang lain. Disaat aku sedih ada seseorang yang dengan setia  meminjamkan bahunya ntuk ku bersandar dan dengan setia menghapus setiap air mata yang keluar dari mataku.

Apakah itu terlalu berlebihan atau aku dianggap lebayyy…

Tapi ku fikir itu sangat manusiawi kok dan merupakan satu hal yang lumrah karena setiap kita butuh diperhatikan cuma cara ntuk meluapkannya berbeda beda.
TAPI ITU LAH CARAKU "






Tidak ada komentar:

Posting Komentar